Kamis, 21 Mei 2009

Apakah dosa kita “ditutupi” atau “dihapus”?

Dosa kita yang benar adalah “dihapus”, bukan “ditutupi”. Ini di katakan dengan jelas dalam Ibr. 9:26 bahwa sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diriNya pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya. Kalau demikian, apakah artinya”ditutupi dosa-dosanya” dalam Rm. 4:7? Kita harus tahu bahwa kata-kata ini adalah dikutip dari Maz. 32:1. Dan dalam seluruh kitab Perjanjian Baru selain ayat ini tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa dosa kita ditutupi di hadapan Allah. Kata ditutupi di sini mengacu kepada ditutupinya dosa manusia pada zaman perjanjian lama. Pada Zaman perjanjian Lama setiap dosa memang ditutupi, dan sampai ketika Tuhan Yesus wafat barulah dihapus. Sebab “Ia adalah Pengatara dari suatu perjanjian yang baru ….. Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang lama.” (Ibr. 9:15).
Kita harus ingat : pertama, bahwa sitilah ”tebusan dosa” dalam Perjanjian Lama arti dalam bahasa aslinya ialah “menutupi”. Dalam Perjanjian Baru kecuali dikutip sekali oleh Rm.4:7 tidak pernah dikutip lagi istilah tersebut, Kedua, istilah “Korban tebusan dosa” dalam Alkitab, kecuali sejumlah kecil dirangkaikan penerjemahannya dengan “ditutupi”, maka sebagian besar adalah “korban dosa”, berarti suatu korban yang dipersembahan karena dosa. Yesus Kristus adalah sebagai korban tebusan dosa – Ia telah mempersembahkan diriNya demi dosa kita. Yesus Kristus tidak menutupi dosa kita.
Tuhan Yesus telah menghapus dosa kita, bukan menutupi dosa kita. “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.” (Yoh. 1:29)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOLA GRATIA!

Blog ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bersekutu dan bertanya mengenai kebenaran Firman juga pelaksanaan (praktek) yang ada dalam kekristenan. Dengan keyakinan bahwa orang yang mengasihi Tuhan "Memiliki kedambaan untuk mengenal Firman murni Alkitab", posting-posting ditayangkan bukan untuk konsumsi perdebatan melainkan sarana bagi kita semua agar kebenaran dapat dibukakan. Komentar yang membangun adalah respon yang diharapkan sedangkan komentar yang tidak berbobot akan di-skip. Tuhan memberkati.